 |
|
 |
 |
Saturday, March 08, 2008 |
 |
Monday, February 25, 2008 |
 |
Monday, February 18, 2008 |
 |
Wednesday, February 06, 2008 |
 |
Wednesday, October 03, 2007 |
 |
 |
 |
 Bulan tujuh penanggalan imlek dalam tahun ini telah berlalu. Pada saat itu ada upacara yang sering dikenal dengan sembahyang rebutan, di Singkawang orang-orang lebih sering menyebutnya dengan Chiong Shi Ku. Pada kesempatan itu salah satu teman kita sedang berada di Singkawang dan sempat mendatangi beberapa lokasi pelaksanaan Chiong Shi ku. Mau tahu suasana Chiong Shi Ku di Singkawang?
 Tampak tiang bambu demikian yang dipasang di beberapa tempat pelaksanaan upacara.
 cheng tung cheng, cheng tung cheng genderang ditabuh berkeliling di salah satu lokasi.
 Inilah salah satu lokasi upacara yang menyediakan meja dan kursi dengan berbagai sesaji.
 Beralih ke klenteng di jalan G.M Situt.
 Tampak sesaji digelar di lapangan.
 Di luar pagar, pada bersiap-siap menanti acara rebutan dimulai.
 Ketika dimulai, mereka pun bergegas masuk ke lokasi.
 Acara di lokasi ini dimulai sekitar pukur tiga sore waktu itu.
 Siapa cepat, dia dapat.
 Se lo thai, nyi nyiam mai? (Adik kecil, kamu pungut apa?).
 Tak hanya gesit dan lincah adik-adik ini, tak lupa juga mereka membawa plastik untuk mempermudah bawaan.
 Beralih ke jalan Ali Anyang.
 Di gelar juga Chiong Shi Ku di sini.
 Beraneka ragam sesaji juga digelar di lapangan.
 Menjelang sore, di lokasi lain tampak seorang Tatung memasuki lokasi kuburan.
 Yakni lokasi kung si san.
 Malam hari sekitar pukul 19.00 di lokasi jalan pulau natuna tepatnya Ng Fong Pak Kung memulai upacara Chiong Shi Ku.
 Tampak seorang Tatung menyertai upacara.
 Berjalan di samping kobaran api.
 Bersiap-siap.
 Mulai.
 Berebut di tengah kobaran api?
 Eit…si adik kecil loncat melintasi api.
 Kobaran api pun berangsur padam, seiring massa yang membubarkan diri.
 Dan upacara Chiong Si Ku di Singkawang pada bulan 7 penanggalan imlek ini pun usai.
Sekian.
(Pictures by : Louis William aka t4k1z4w4)
-rdt-
Click here to read more!
Posted
by on Wednesday, October 03, 2007
Post
some :
|
|
 |
 |
 |
 |
Saturday, September 15, 2007 |
 |
 |
 |
 Acara tahunan di Singkawang, dari dulu sampai sekarang, yakni pawai 17an. Warga Singkawang pun tumpah ruah di jalan, menyaksikan pawai yang telah dinanti-nanti.
 Seperti biasa, Pak Polisi mendahului jalur dengan membuka jalan.
 Terlihatlah bendera merah putih yang berkibar-kibar.
 Inilah wajah Paskibra 2007 kota Singkawang.
 Pasukan drum band yang berseragam biru menyusuri.
 Pejabat Pemkot pun tak ketinggalan ikut serta berpartisipasi.
 Tahun ini beramai-ramai mereka menaiki becak hias.
 Hiasan becak roda tiga pun beraneka ragam. Tampak di sini tiruan mobil polisi dan buldozer.
 Inilah suasana warga-warga yang begitu antusias menyaksikan pawai.
 Kembali ke becak hias, ada juga yang dihias menyerupai angsa.
 Bagi teman-teman dari SMA Negeri 1 Singkawang, masih ingat dengan Bapak yang berada di dalam becak? Hayo siapakah beliau?
 Kibaran bendera biru.
 Marching Band Gitaswara.
 Awas, ada banteng mau lewat.
 Cham si theu.
 Merdeka!
 Tank dengan meriam karbit.
 Apa ini? rumah beratap kerupuk?
 Eh, si anjing kecil juga tak ketinggalan ikut pawai.
 Adik-adik kita yang mewakili sekolah dengan berbagai kostum.
 Mereka berpakaian khas daerah.
 Tampak juga iringan pasukan bersepeda.
 Ketika pawai berlangsung, mayoritas perhatian tertuju pada jalan-jalan utama, namun tidak ada salahnya juga kita melirik sejenak suasana di Taman Burung yang menjadi tempat berkumpulnya peserta pawai kali ini. Hm, ramai juga ya.
Sekian.
(Pictures by : Andreas Loka)
-rdt-
Click here to read more!
Posted
by on Saturday, September 15, 2007
Post
some :
|
|
 |
 |
 |
 |
Wednesday, September 05, 2007 |
 |
Thursday, March 08, 2007 |
 |
 |
 |
Minggu, 4 Maret 2007, Singkawang begitu ramai dari biasanya. Masyarakat tumpah ruah ke jalan, turis berdatangan dari mana-mana untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh yang begitu khas di kota ini. Tak ketinggalan juga rekan-rekan muda kita di sana, turun ke jalan untuk mengabadikan berbagai atraksi yang kini bisa kita nikmati bersama.
Beginilah suasana masyarakat yang tumpah ruah di pusat kota.
Taburan gendang mengiringi rombongan.
Keramaian massa di tengah kota.
Tandu Pak Kung
Berdiri di atas pedang.
Di atas To Khiau.
Kaki menginjak pedang.
Atraksi dua Tatung(Lauya).
Choi Lam Sin dan rombongan di jalan Diponegoro.
Jubah emas.
Ciong Kiun (Panglima)
Chon Nyun Cim (ditusuk jarum perak)
Dua tatung bersama.
To Khiau yang unik.
Nyun cim beserta jeruk.
Berdiri di atas To Khiau.
Di jalan Ali Anyang.
Duduk bersila.
Atribut sang Tatung.
Menaiki tangga pedang.
Menuruni tangga pedang.
Duduk di atas pedang.
Berjubah Panglima.
Menyantap ayam.
Memegang tombak.
Menembus pipi.
Digantung pisang goreng?
Digantung buah?
Ekspresi sang Tatung(Lauya).
Menggigit sesaji.
Kebal.
Bu Mien Ciong kiun?(Jendral berwajah hitam).
Tatung berkomunikasi.
Menyusuri jalan raya.
Nyun Cim(jarum perak) digantung buah.
Menembus pipi.
Batang tembus pipi.
Beserta jeruk bali (Jiu).
Ngau kai (gigit ayam).
La Tok.
Nyun Cim di pipi.
Nyun cim menembus pipi dan telinga.
Di atas to khiau.
Memegang lampu neon.
Memakan lampu neon.
Berjalan di atas beling.
Injak beling.
Injak-injak beling.
Berbaring di beling.
Perjalanan ke barat?
Sun Go Kong.
Massa yang berangsur-angsur membubarkan diri.
 Tampak pasukan kuning bersih-bersih setelah massa pergi. Sekian (Pictures by: Agus Riadi Saputra and Andreas Loka) -rdt-
Click here to read more!
Posted
by on Thursday, March 08, 2007
Post
some :
|
|
 |
 |
 |
 |
Saturday, March 03, 2007 |
 |
 |
 |
Cap Go Meh sebentar lagi, Singkawang pun tak lepas dari semarak perayaan tahunan ini. Semakin mendekati hari H, semakin ramai juga kota Singkawang ini. Mari kita lirik sedikit potret Singkawang kemarin di imlek ke 13 (2 Maret 2007) yang sudah mulai kelihatan tatung-tatung turun ke jalan dan diikuti pawai lampion di malam harinya.
Tampak sebuah truk mengangkut rombongan tatung ke pusat kota.
Mereka pun berturunan beserta ularnya.
Beginilah suasana warga yang antusias menghampiri .
Sang Tatung di atas To Khiau.
Ramai-ramai merekam, memotret.
Tatung beraksi.
Ketika sore tiba, bersiap-siap untuk pawai lampion.
Sang Naga yang siap beraksi.
Warga pun dengan sabar menunggu di pinggir jalan.
Liukan naga yang bersinar sekujur tubuh.
Barongsai pun tak ketinggalan.
Dan lewatlah para peserta lampion.
Pemkot Singkawang.
Grup Kopisan.
Naga.
Hiasan ten lung(lampion).
Ten Lung, moi fa.
Warna-warni menghiasi.
Hiasan naga di samping mobil.
Liung mui (ekor naga).
Ada apa lagi?
Mari-mari lewat di sini.
Satu per satu peserta pawai lewat.
Dan warga pun dengan setia menikmati.
Demikian suasana menjelang Cap Go meh di Singkawang. Sekian. (Pictures by: Andreas Loka). -rdt-
Click here to read more!
Posted
by on Saturday, March 03, 2007
Post
some :
|
|
 |
 |
 |
 |
Tuesday, February 20, 2007 |
 |
 |
 |
Kiung hi sin nyien. Sin Nyien cin fu. Kiung hi fat choi. Masih dalam suasana tahun baru imlek dan seperti biasanya, Singkawang pun tak ketinggalan merayakan tahun baru imlek. Mari yuk! kita intip sebentar ada apa dengan Singkawang yang merayakan imlek ke 2558 ini
Kabarnya malam tahun baru alias Sam Sip Pu Am, Singkawang sempat diguyur hujan. Namun tetap masih bisa ta fo fa(bermain kembang api).
Salah satu pesona kembang api malam tahun baru.
Besoknya terdengarlah suara gendang menggema di jalan-jalan.
Tampak barisan pasukan Naga siap-siap beraksi.
Sang naga pun beraksi.
Ketika dua naga bertemu.
Ta ci phau!
Tak lupa juga pergi pai nyien ke rumah teman-teman. Ini rumah siapa ya?
Thai Pak Kung di tengah kota.
Hiasan gerbang di salah satu sekolah.
Hiasan gerbang masuk di salah satu gang.
Tampak Cu Pat Kay, berdiri menyambut tahun babi ini. Sekian. (Pictures by : Andreas Loka) -rdt-
Click here to read more!
Posted
by on Tuesday, February 20, 2007
Post
some :
|
|
 |
 |
 |
|
 |